Tim admin kita siap membantu menjawab pertanyaan anda. Silahkan tanyakan apa saja!

Bidayatul Hidayah-02, Ciri Ilmu yang Bermanfaat dan Ulama Su’

Luwungragi,assalafiyahbrebes.com

Ciri-ciri ilmu yang bermaanfaat adalah bisa memperlihatkan dan menyelamatkan kita dari rekadaya dan bujukan syaitan

Begitulah sepenggal keterangan yang disampaikan oleh KH.Subhan Ma’mun pada pengajian Kitab Bidayatul Hidayah saat live streaming dari Ponpes Assalafiyah Luwungragi dan direlay ke Radio Singosari FM Brebes dan Top FM Bumiayu Brebes, Sabtu (25/04/2020).

Pada pengajian tersebut Kyai Subhan yang juga menjadi Rois Syuriah PBNU melanjutkan penjelasan pengajian kemarin yaitu tentang ciri-ciri ilmu yang bermanfaat.

Pada kitab bidayatul hidayah halaman 32,bahwa definisi dan ciri-ciri ilmu yang bermanfaat adalah :

  1. Semakin bertambah ilmu,semakin takut kepada Allah SWT
  2. Semakin bertambah ilmu,semakin tahu aib diri kita sendiri
  3. Semakin bertambah ilmu,semakin ma’rifat kepada-Nya dengan beribadah kepada-Nya
  4. Semakin bertambah ilmu,semakin cinta dengan akhirat
  5. Semakin bertambah ilmu,memperkecil cinta kita kepada dunia

Di point nomor lima ini,KH.Subhan Ma’mun yang juga akrab disapa Kang Haji, menjelaskan bahwa kita tidak boleh sama sekali benci dengan dunia,bahkan pemikiran/keterangan tersebut adalah salah,karena teks Al Qur’anya mengatakan bahwa manusia itu condong dengan cinta dunia ( Q.S.Al Adiyat ayat 8), sehingga yang perlu diperhatikan kita sebagai orang yang beriman yang ingin ilmunya bermanfat adalah dengan memperkecil kecintaan kita terhadap dunia bukan menghilangkanya sama sekali.

Pada pengajian sore tadi,tepatnya pertemuan kedua di bulan ramadhan tahun ini,K.H.Subhan Ma’mun selaku qori’ dan pemateri pengajian menjelaskan kepada audience (pendengar) radio dan pemirsa live streaming tentang ciri-ciri ulama su’,dalam kitab bidayatul hidayah tertera pada halaman 32-33 :

1.Mengambil dunia dengan menjual ilmu agamanya (حيث اكل الدنيا بالدين)

2.Menjadikan ilmu sebagai media mengeruk harta beberapa sultan

Di point ini,Kyai Subhan menjelaskan bahwa salathin (jamak dari lafadz sulthan) itu berbeda dengan presiden seperti yang kita ketahui,artinya ada titik perbedaan ketika suatu Negara dipimpin oleh Sultan (Raja) dan Negara yang menganut sistem presidential.

3.Memakan harta wakaf,anak yatim dan orang miskin  (اكل اموال الاوقاف واليتمى والمساكن )

4.Menjadikan semua waktunya,himmah (semangat) untuk meraih jabatan dan pengaruh manusia

5.Suka memamerkan ibadahnya,dan senang berdebat dalam satu pembahasan (yang seharusnya tidak perlu didebatkan)

Dalam pengajian sore tadi pun dijelaskan bahwa kalau kita sudah bagus pemahaman fiqihnya dan masih punya waktu luang,maka sangat baik bila kita lanjut belajar fiqih 4 madzhab.

“Belajar ilmu 4 madzhab itu bagus,utamanya adalah biar kita bisa menyelesaikan pertikaian yang ada di masyarakat,sehingga ada titik temu” jelas dan pungkas Kyai Subhan

Wallahu ‘alam bishowwab

Oleh Ulil Absor

Info : pengajian berikutnya sampai pada halaman 34,

الحالة الثانية ان لا تقتدرعلى تحصيل العلم النافع

 

Bagikan ke:

Share on facebook
Facebook
Share on email
Email
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Kamut Ulama Salaf

Wali Santri Ponpes 1

Untuk menjalin berkomunikasi antara pengurus, dengan wali  santri, silahkan klik tombol dibawah ini.

Wali Santri Ponpes 2

Untuk menjalin berkomunikasi antara pengurus, dengan wali  santri, silahkan klik tombol dibawah ini.

Alumni Ponpes 1

Wadah menjalin berkomunikasi antara Alumni Ponpes 1 silahkan klik tombol dibawah ini.

Alumni Ponpes 2

Wadah menjalin berkomunikasi antara Alumni Ponpes 2 silahkan klik tombol dibawah ini.

Konsultasi

Pondok I

Klik disini untuk chat dengan mengirim Pesan Whatshapp ke Pengurus Pondok Pesantren Assalafiyah I Brebes

Pondok II

Klik disini untuk chat dengan mengirim Pesan Whatshapp ke Pengurus Pondok Pesantren Assalafiyah II Brebes

Email

Klik disini untuk mengirim email kepada admin tentang pertanyaan dan saran untuk Ponpes Assalafiyah Brebes