Tim admin kita siap membantu menjawab pertanyaan anda. Silahkan tanyakan apa saja!

Hati-Hati, Ketika Ana Khairun Minhu Ada Dalam Hati Kita

Hati-Hati, Ketika Ana Khairun Minhu Ada Dalam Hati Kita

Ana khairun minhu ( saya lebih baik dari dia) begitulah ungkapan sederhana yang mempunyai sisi edukasi. Ungkapan (idiom) ini merupakan  respon Iblis yang diabadikan Al-Qur`an ketika Tuhan menanyakan alasan mengapa ia tidak mau melaksanakan perintah, sujud hormat pada Nabi Adam AS.

Sepenggal kisah ini pun bisa kita lihat dalam Al Quran Al Karim, surat Al-A’raf: 12

قَالَ مَا مَنَعَكَ اَلَّا تَسْجُدَ اِذْ اَمَرْتُكَ ۗقَالَ اَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُۚ خَلَقْتَنِيْ مِنْ نَّارٍ وَّخَلَقْتَهٗ مِنْ طِيْنٍ

Artinya : (Allah) berfirman, “Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?” (Iblis) menjawab, “Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”

Kesombongan Iblis rupanya menjadi penyakit mental yang menulari anak cucu Adam. Pernyataan sikap ana khairun minhu ini sungguh mampu berdampak untuk saling menyakiti, saling membenci, saling menjatuhkan, hingga saling bunuh. Kejam!

Jika Iblis merasa ana khairun minhu hanya karena asal penciptaannya, anak cucu Adam bisa lebih kompleks kesombongannya. Bukan sebatas nasab keturunan, tapi juga jabatan, status, profesi, hingga kelompok pergaulannya. Anak cucu Adam seakan lupa jika sebenarnya yang menjadi tolok ukur kita dihadapan Allah SWT adalah taqwa.

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti. (Al-Hujurat: 13)

Ketika anak cucu Adam menginginkan jabatan dan “amanah sosial”, berbagai teknik ana khairun minhu digunakan untuk memengaruhi opini bahwa dialah yang lebih baik, paling baik, dan paling layak. Baliho, spanduk, brosur, stiker, iklan, dan berbagai macam teknik komunikasi massa digunakan untuk mempropagandakan ana khairun minhu-nya.

Anak cucu Adam yang berkuasa namun memiliki penyakit mental ana khairun minhu akan anti kritik dan hanya ingin dipuja. Ia tidak suka jika ada orang lain yang lebih unggul yang bisa menggantikan kedudukannya. Ia lalu menggunakan berbagai muslihat untuk tetap melanggengkan kekuasaanya.

Padahal dalam perjuangan meraih prestasi, kesejatiannya bukan pada menang kalahnya. Kesejatian ada pada laku perjuangan itu sendiri. Perjuangan adalah perjuangan. Sejarah tidak mencatat kemenangan atau kekalahan, tetapi perjuangan itu sendiri. Anak Adam tetap harus menunjukan prestasi terbaik dan produktivitas kerja. Tapi, berusaha menjadi yang terbaik berbeda dengan merasa yang paling baik. Berusaha menjadi yang terbaik adalah upaya positif, sedang merasa yang paling baik adalah kesombongan.

Agar pembaca budiman mendalami  Ali Imron: 159 “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka”, sebagai sindiran pada kita sebagai anak cucu Adam betapa kesombongan mampu menggerus nilai-nilai fitrah kemanusiaan.

لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنۡتَ سُبۡحٰنَكَ ‌ۖ اِنِّىۡ كُنۡتُ مِنَ الظّٰلِمِيۡنَ

“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk diantara orang- orang yang berbuat aniaya.” (Doa Dzun Nuun, Al-Anbiya: 87).

 Wallahualam bishowab

Penulis : Taukhid Mubarok

Editor : Ulil Absor

 

 

 

Bagikan ke:

Share on facebook
Facebook
Share on email
Email
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Kamut Ulama Salaf

Wali Santri Ponpes 1

Untuk menjalin berkomunikasi antara pengurus, dengan wali  santri, silahkan klik tombol dibawah ini.

Wali Santri Ponpes 2

Untuk menjalin berkomunikasi antara pengurus, dengan wali  santri, silahkan klik tombol dibawah ini.

Alumni Ponpes 1

Wadah menjalin berkomunikasi antara Alumni Ponpes 1 silahkan klik tombol dibawah ini.

Alumni Ponpes 2

Wadah menjalin berkomunikasi antara Alumni Ponpes 2 silahkan klik tombol dibawah ini.

Konsultasi

Pondok I

Klik disini untuk chat dengan mengirim Pesan Whatshapp ke Pengurus Pondok Pesantren Assalafiyah I Brebes

Pondok II

Klik disini untuk chat dengan mengirim Pesan Whatshapp ke Pengurus Pondok Pesantren Assalafiyah II Brebes

Email

Klik disini untuk mengirim email kepada admin tentang pertanyaan dan saran untuk Ponpes Assalafiyah Brebes