Tim admin kita siap membantu menjawab pertanyaan anda. Silahkan tanyakan apa saja!

Kenal Lebih Dekat dengan Kyai Soleh Darat

Syaikh Muhammad Sholeh bin Umar as Samarani atau yang sering dikenal dengan nama KH Sholeh Darat ini lahir pada tahun 1820 di Desa Kedung Cumpleng, Jepara. KH Sholeh Darat merupakan guru dari sederet tokoh terkenal di masa perjuangan, diantaranya, pendiri Nahdatul Ulama, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, Pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, dan Raden Ajeng Kartini.

Ayahnya Kyai Umar, merupakan tokoh ulama terpandang yang disegani khususnya oleh masyarakat utara Jawa. Selain itu, beliau adalah orang kepercayaan Pangeran Diponegoro yang menjadi pejuang pada Perang Jawa (1852-1830).

Nama ‘Darat’ diambil dari nama wilayah dimana KH Sholeh Darat tinggal. Darat yaitu suatu kawasan dekat pantai utara kota semarang tempat mendaratnya orang-orang yang datang dari luar Jawa.

° kisah Imam Ghozali Bertamu ke rumah Mbah Soleh Darat

Semua kitab karya Mbah Soleh Darat berisi ajaran tasowwuf. Meski membahas fikih, isinya pun banyak ajaran tasowwuf. Kitab kecil bab shalat dan wudhu, Lathaifut Thaharah wa Asrarus Solat, juga berisi ajaran tentang tasowwuf. Juga kitab Majmu’ Syariat maupun Pasolatan, ada tasawuf di dalamnya. Terlebih dalam kitab yang memang membahas tentang tasawuf, seperti Munjiyat, Minhajul Atqiya fi Syarhi Ma’rifatil Adzkiya’, Tarjamah Al-Hikam, dan Syarah al-Burdah. Mbah Soleh sering menukil pendapat dari Imam al-Ghozali dalam karya-karyanya, amat kagum dan hormat kepada Hujjatul Islam tersebut.

Setiap selesai mulang ngaji, Mbah Soleh menulis, dengan pena tutul dan tinta China yang selalu dicampuri minyak wangi oleh beliau. Diterangi oleh temaramnya lampu teplok, di atas lembar demi lembar ia tuliskan gagasan, ide-ide dan ulasan-ulasannya.

Suatu malam, Mbah Soleh kedatangan seorang tamu yang memakai pakaian khas Arab, berjubah dan memakai surban di kepalanya. Mbah Soleh sedang berada di ruangannya, menulis kitab Munjiyat: Methik Saking Ihya Ulumiddin. Oleh para santri, tamu tersebut disuguhi wedang, sebelum diantarkan menemui Mbah Soleh.

Para santri kembali ke langgar, nderes pelajaran-pelajaran, dari ruangan di sebelahnya yang dipisahkan oleh dinding kayu, didengar oleh mereka sayup-sayup perbincangan antara Mbah Soleh dengan tamu tadi dalam Bahasa Arab.

Ketika malam telah semakin larut, sang tamu berpamitan, Mbah Soleh mengantarkannya sampai serambi rumahnya. Usai melambai di halaman langgar, tamu itu melangkah ke arah jalan besar. Dalam sekejap, ia telah menghilang dalam gelap malam.

“Niku wau sinten, kiai? (Itu tadi siapa, kiai?), kadose dereng nate tindak mriki? rasanya belum pernah datang ke sini?” tanya seorang santri senior, yang menyuguhi wedang tadi.

“Oh, iku mau Imam al-Ghozali (Itu tadi Imam al-Ghozali), beliau merestui kitab yang kutulis,” jawab Mbah Sholeh kalem.

“Subhanolloh, masyaAlloh. Bukankah Imam al-Ghozali sudah wafat ratusan tahun lalu, kiai?” ujar mereka takjub sambil bertanya-tanya.

“Ya itulah karomah beliau. Mari kita berdo’a tawassul kepada Imam Al-Ghozali agar ilmu kita diberkahi,” pungkas Mbah Sholeh seraya menyuruh santrinya kembali ke langgar.

#Generas Muda NU Welahan#

Bagikan ke:

Share on facebook
Facebook
Share on email
Email
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Kamut Ulama Salaf

Wali Santri Ponpes 1

Untuk menjalin berkomunikasi antara pengurus, dengan wali  santri, silahkan klik tombol dibawah ini.

Wali Santri Ponpes 2

Untuk menjalin berkomunikasi antara pengurus, dengan wali  santri, silahkan klik tombol dibawah ini.

Alumni Ponpes 1

Wadah menjalin berkomunikasi antara Alumni Ponpes 1 silahkan klik tombol dibawah ini.

Alumni Ponpes 2

Wadah menjalin berkomunikasi antara Alumni Ponpes 2 silahkan klik tombol dibawah ini.

Konsultasi

Pondok I

Klik disini untuk chat dengan mengirim Pesan Whatshapp ke Pengurus Pondok Pesantren Assalafiyah I Brebes

Pondok II

Klik disini untuk chat dengan mengirim Pesan Whatshapp ke Pengurus Pondok Pesantren Assalafiyah II Brebes

Email

Klik disini untuk mengirim email kepada admin tentang pertanyaan dan saran untuk Ponpes Assalafiyah Brebes