Tim admin kita siap membantu menjawab pertanyaan anda. Silahkan tanyakan apa saja!

Ketegasan dan Ketauladanan Kyai Ma’mun Luwungragi

Dalam setiap ngaji bersama K.H. Subhan Ma’mun, pengasuh Pondok Peantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes, beliau sering menceritakan tentang orang tua beliau. Yaitu Kyai Ma’mun pendiri dari Pondok Assalafiyah Luwungragi.

Minggu Pahing, 31 Januari 2021, bertempat di Majid Baiturrahman, Dukuh Bugel, Pasarbatang, Brebes. K.H. Subhan Ma’mun bercerita tentang Kyai Ma’mun yang menolak pemberian uang dari seorang pejabat nomor satu di tingkat kabupaten, namun penolakan tersebut tidak membuat yang memberi sakit hati.

Menurut K.H. Subhan Ma’mun, bahwa ayah beliau pernah mau diberi uang sebesar 15 juta, dari seorang pejabat yang sukses menjadi Bupati yang kedua kalinya. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1977.

Sebelum orang nomor satu ditingkat Kabupaten datang ke rumah Kyai Ma’mun, tentu diawali dengan komunikasi terlebih dahulu antara utusan Bupati dengan Kyai Ma’mun, yang kemudian disepakatilah waktu pertemuan tersebut.

Dengan kekhasan dan kesederhanaan Kyai Ma’mun, beliau menerima tamu tersebut di rumah yang sangat sederhana. Diceritakanlah oleh Sang Tamu maksud kedatangannya untuk bersilaturrahmi, mengucapan terima kasih telah membantu keinginannya dan memberikan bantuan untuk Kyai Ma’mun.

Mendengar maksud kedatangan tamu tersebut. Kyai Ma’mun mengucapkan terimakasih atas kehadirannya, dan tentang bantuan yang akan diberikannya, sepertinya “saya tidak layak untuk menerimanya,” kata Kyai Ma’mun. Karena Kyai Ma’mun hanya mengamini saja dan tidak membacakan doa khusus.

Kyai Ma’munpun menegaskan kembali “Masa hanya ngomong amin saja, 15 juta.” Sambil menatap tamunya, kemudian beliau berkata. “Nggak usahlah, bawa pulang kembali uangnya.” Tamunya pun masih binggung, mendengar jawaban tersebut. Kyai Ma’mun kemudian menyakinkan kembali kepada tamunya “InsyaAllah, nanti keturunan saya akan bisa membangun pondok lebih besar, dibandingkan dengan bantuan yang akan anda berikan saat ini.” Padahal saat itu pondok pesantren hanya memiliki santri sedikit dan hanya beberapa kamar saja, untuk istirahat dan menginap santri.

Mendengar penolakan tegas dari Kyai Ma’mun, uang tersebut akhirnya dibawa pulang kembali. Padahal, kalau seandainya uang tersebut diterima dan dibelikan tanah untuk pengembangan Pondok Pesantren, tentu bisa membeli tanah 10 bau (1 bau =7000 M), karena saat itu, harga satu bau tanah sawah sebesar 1,5 Juta. Ataupun kalau digunakan untuk membangun rumah, tentu rumah Kyai Ma’mun dan pondok Pesantren akan megah dan luas. Namun beliau menolak dan mengatakan keturunanku akan membangun pondok lebih besar dan memiliki santri yang banyak.

Dengan melihat kondisi Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi pada saat sekarang ini, mungkin tidak bisa lepas dari doa Kyai Ma’mun, yang mendoakan kelak santrinya banyak dan pondoknya luas. Walaupun kadang membuat para tamu yang akan memondokan anak ke pesantren Asalafiyah Luwungragi dibuat bingung, dikarena pondok tersebut sampai sekarang tidak ada papan namanya atau petunjuk arah jalan menuju pondok pesantren tersebut.

Penulis dalam hal ini merasa ikut bingung juga, pondok pesantren yang tanpa nama, hanya memakai kurikulum pondok tersendiri, pada saat sekarang banyak orang tua yang menitipkan anaknya untuk belajar di situ. Kira-kira ada sekitar 1400 lebih santri putra-putri yang diasuh oleh K.H. Subhan Ma’mun.

Melihat jumlah santri yang terus meningkat dalam setiap tahun. Maka terlintas dalam pemikiran K.H. Subhan Ma’mun untuk menambah bangunan untuk istirahat (nginap) dan belajar para santri. Ditambah pondok pesantren khusus untuk anak jalanan yang akan beliau asuh sendiri. Karena sudah 4 tahun yang lalu, beliau sudah menerima santri yang berasal dari anak jalanan dan sekarang jumlahnya ada 21 santri.

Ketegasan penolakan Kyai Makmun saat itu dan tentu dari doa beliau pula membuahkan pondok Pesantren Assalafiyah, Luwungragi, Bulakamba, Brebes seperti sekarang ini. Pondok yang memiliki banyak santri dan tempat yang luas.

Setelah cerita tentang ketegasan Kyai Ma’mun. K.H Subhan Ma’mun pada hari Jumat 5 Februari 2021, saat ngaji Kitab Ibnu katsir di Masjid Istiqomah, Luwungragi, Bulakamba, Brebes. Beliau bercerita tentang Kyai Ma’mun saat sakit.

Pada saat Kyai Ma’mun sakit parah. Beliau memanggil K.H. Subhan untuk berdoa, mengusir sesuatu yang Kyai Ma’mun lihat saat itu. Namun sebelum doa selesai, tiba-tiba oleh Kyai Ma’mun disuruh untuk berhenti, karena bentuk atau bayangan tersebut sudah hilang dari pandangan Kyai Ma’mun.

Ada pelajaran yang sangat luar biasa. Ketika Kyai Ma’mun mau menghadap Allah dan meninggalkan anak dan istrinya, ketika ada pertanyaan yang disampaikan kepada beliau. Apakah ada wasiat yang akan diberikan kepada anak dan istrinya. Beliau menjawab, “Saya tidak akan berwasiat kepada anak dan istri, khawatir akan membuat beban nantinya”

Ketauladan beliau tidak hanya pada saat kondisi beliau sehat saja, namun dalam kondisi sakit akan menghadap Allah SWT. Beliau masih tetap mampu mengajarkan ketauladanan pada keluarga. Dengan mengajarkan “Tidak membuat beban orang lain, walaupun terhadap keluarganya sensiri.”

Semoga ketauladanan yang Kyai Ma’mun ajarkan, akan terus dicontoh oleh keluarga, para santri, jamaah yang ikut ngaji bersama K.H. Subhan Ma’mun dan masyarakat Brebes pada umumnya. Aamiin.

Teruntuk Kyai Ma’mun Al-Fatihah !

Oleh : H. Lukman Nur Hakim

Bagikan ke:

Share on facebook
Facebook
Share on email
Email
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Kamut Ulama Salaf

Wali Santri Ponpes 1

Untuk menjalin berkomunikasi antara pengurus, dengan wali  santri, silahkan klik tombol dibawah ini.

Wali Santri Ponpes 2

Untuk menjalin berkomunikasi antara pengurus, dengan wali  santri, silahkan klik tombol dibawah ini.

Alumni Ponpes 1

Wadah menjalin berkomunikasi antara Alumni Ponpes 1 silahkan klik tombol dibawah ini.

Alumni Ponpes 2

Wadah menjalin berkomunikasi antara Alumni Ponpes 2 silahkan klik tombol dibawah ini.

Konsultasi

Pondok I

Klik disini untuk chat dengan mengirim Pesan Whatshapp ke Pengurus Pondok Pesantren Assalafiyah I Brebes

Pondok II

Klik disini untuk chat dengan mengirim Pesan Whatshapp ke Pengurus Pondok Pesantren Assalafiyah II Brebes

Email

Klik disini untuk mengirim email kepada admin tentang pertanyaan dan saran untuk Ponpes Assalafiyah Brebes