Tim admin kita siap membantu menjawab pertanyaan anda. Silahkan tanyakan apa saja!

Keutamaan Ahli Fiqh dari Ahli Ibadah

Sekarang ini, membanjir kelompok-kelompok zikir, dan banyak yang minta diberikan doa dan wirid, serta kesalehan seseorang diukur dari rajin ibadahnya. Kajian fiqh menjadi seolah terpinggirkan.

Mari kita simak kitab al-Faqih wal Mutafaqqih karya Imam al-Khatib al-Baghdadi, seorang sejarawan klasik yang ahli hadits dan ahli fiqh sekaligus. Beliau menuliskan riwayat tentang keutamaan ahli fiqh.

Imam al-Khatib al-Baghdadi memulai kitabnya dengan menulis riwayat dari Nabi Muhammad Saw: “Barang siapa yang dikehendaki Allah mendapatkan kebaikan, Allah akan faqihkan ia dalam masalah agama.”

Kata dasar fiqh artinya faham. Jadi ada yang menerjemahkan riwayat di atas dengan makna faham agama, namun bagi ahli fiqh, diksi yufaqqihhu merujuk pada ahli fiqh.
Al-Khatib kemudian menulis sejumlah bab yang menjelaskan keutamaan ahli fiqh.

فَضْلُ مَجَالِسِ الْفِقْهِ عَلَى مَجَالِسِ الذِّكْرِ (Keutamaan Majelis Fiqh dari Majelis Zikir). Nabi bersabda: Setiap majelis itu baik. Adapun majelis yang didalamnya mengingat Allah, memohon padaNya —jika Allah mau diberi atau ditolak doa mereka. Dan ada juga majelis yang mengajar orang-orang dan mengamalkannya, sungguh Aku utus dikalangan mereka seorang mu’allim, dan majelis yang ini lebih utama.”

فَضْلُ التَّفَقُّهِ عَلَى كَثِيرٍ مِنَ الْعِبَادَاتِ (Keutamaan yang belajar fiqh dari kebanyakan beribadah. Nabi bersabda: “Siapa yang keluar rumah untuk menuntut satu bab dari ilmu, untuk mengembalikannya dari kesesatan menuju petunjuk, atau dari kebatilan menuju kebenaran, dia seperti beribadah selama 40 tahun.”

Nabi bersabda: “Tidak ada kebaikan dalam membaca (al-Qur’an) kecuali dengan mentadaburinya, dan tidak ada ibadah tanpa mengetahui aturan fiqhnya, dan majelis fiqh itu lebih baik dari beribadah selama 60 tahun.”

تَفْضِيلُ الْفُقَهَاءِ عَلَى الْعُبَّاد (Keutamaan para ahli fiqh dari para ahli ibadah). Nabi bersabda: “Keutamaan seorang alim dibanding seorang abid itu seperti keutamaan bulan purnama dari seluruh bintang. Ulama itu pewaris Nabi. Nabi itu tidak mewariskan dinar dan dirham, sesungguhnya mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang telah mengambil ilmunya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak.”

Ada seorang yang bertanya kepada Nabi tentang ahli ibadah dan ahli fiqh: mana yang lebih utama? Nabi menjawab: “Seorang ahli fiqh itu lebih utama di sisi Allah dari seribu ahli ibadah.”
‎ذِكْرُ الرِّوَايَةِ أَنَّهُ يُقَالُ لِلْعَابِدِ: ادْخُلِ الْجَنَّةَ وَيُقَالُ لِلْفَقِيهِ: اشْفَعْ (Penyebutan riwayat dimana ahli ibadah masuk surga sendirian, sementara ahli fiqh bisa memberi syafaat kepada yang lain)

Nabi bersabda: “Di hari kiamat kelak, Allah berfirman kepada ahli ibadah: masuklah ke dalam surga, karena ibadahmu bermanfaat untuk dirimu sendiri. Namun kepada seorang alim dikatakan: “beri syafaat kepada yang lain, karena selama ini engkau telah memberi manfaat kepada orang-orang.”

Penulis : KH.Nadirsyah Hosen‎ (Rais Syuriah PCINU New Zeland)

Bagikan ke:

Share on facebook
Facebook
Share on email
Email
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Kamut Ulama Salaf

Wali Santri Ponpes 1

Untuk menjalin berkomunikasi antara pengurus, dengan wali  santri, silahkan klik tombol dibawah ini.

Wali Santri Ponpes 2

Untuk menjalin berkomunikasi antara pengurus, dengan wali  santri, silahkan klik tombol dibawah ini.

Alumni Ponpes 1

Wadah menjalin berkomunikasi antara Alumni Ponpes 1 silahkan klik tombol dibawah ini.

Alumni Ponpes 2

Wadah menjalin berkomunikasi antara Alumni Ponpes 2 silahkan klik tombol dibawah ini.

Konsultasi

Pondok I

Klik disini untuk chat dengan mengirim Pesan Whatshapp ke Pengurus Pondok Pesantren Assalafiyah I Brebes

Pondok II

Klik disini untuk chat dengan mengirim Pesan Whatshapp ke Pengurus Pondok Pesantren Assalafiyah II Brebes

Email

Klik disini untuk mengirim email kepada admin tentang pertanyaan dan saran untuk Ponpes Assalafiyah Brebes