Tim admin kita siap membantu menjawab pertanyaan anda. Silahkan tanyakan apa saja!

Khilafah dan Khalifah dalam Konteks Sejarah

كان للنبي (ص) وضيفاتان يؤديهما لامتهما

1.تبلغ الرسالة التي اختير ليقوم بادئها

2.كونه اماما للمسلمين  الخ

Nabi Muhammad SAW Pada masa hidupnya memegang dua tugas yang harus di lakukan :

  1. Menyampaikan Risalah, dalam hal ini beliau ialah orang yang terpilih mengemban tugas menyampaikan risalah.
  2. Bertidak sebagai pemimpin umat Islam,

Tugas Nabi Muhammad SAW yang pertama berakhir karena beliau telah wafat dan menyempurnakan agama Islam, yang mana kesempurnaan Agama Islam dipertegas dengan turunnya Ayat Alqur’an Surat Al Maidah ayat 03 ketika beliau Berhaji Wada (Hajji Terakhir Rasulullah)  pada hari Arofah :

اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًا

“ Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kusempurnakan nikmat- Ku, dan telah Kuridhoi Islam itu jadi agamamu”

Sedangkan tugas Nabi Muhammad SAW yang kedua yakni Bertindak sebagai pemimpin umat Islam, masih berlanjut sampai sekarang, Pemimpinnya di sebut Khalifah, sedangkan sistem pemerintahanya kita kenal dengan istilah Khilafah.

Khalifah juga di bagi menjadi dua :

  1. Kholifah Utama (Memimpin seluruh umat Islam)
  2. Kholifah bukan Utama ( Memimpin sebagian umat Islam seperti halnya Tokoh Masyarakat, Pengasuh Pondok, Pemimpin Majlis dll )

Khalifah utama merujuk pada para khalifah yang garis kepemimpinannya tersambung dengan khalifah sebelumnya hingga Sohabat Abu Bakar Assidiq RA ( Sebagai khalifah pertama ), khalifah utama ini diakui oleh hampir semua dunia Islam. Ketersambungan kepemimpinan ini setidaknya terdapat beberapa macam:

  • Seorang khalifah menunjuk seseorang untuk menjadi penerusnya. Hal ini seperti yang dilakukan Abu Bakar kepada ‘Umar bin Khattab, Mu’awiyah kepada Yazid, dan Sulaiman bin ‘Abdul Malik kepada ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz. Dalam cara ini, seseorang yang telah ditunjuk akan menjadi khalifah setelah khalifah lama mangkat.
  • Seorang khalifah baru diangkat oleh dewan musyawarah, majelis negara, atau pihak berwenang lain yang merupakan bagian dari pemerintahan khalifah sebelumnya. Bila tidak, tokoh berpengaruh yang semula berada di luar lingkaran dalam khalifah lama dapat menunjuk seseorang calon dan disetujui para pemuka dari anggota pemerintahan khalifah sebelumnya. Contoh kasusnya adalah pengangkatan ‘Ali bin Abi Thalib dan Marwan bin al-Hakam.
  • Metode ini biasanya dilakukan dalam sistem monarki dinasti yang menunjuk anggota keluarga besar penguasa lama sebagai penerus. Sistem pewarisan ini tidak harus menurunkan jabatan yang bersangkutan dari orang tua kepada anak, tapi bisa juga kepada kerabat lain yang masih dipandang sebagai satu keluarga besar dengan penguasa lama. Di masa Abbasiyah sendiri, tampuk kekhalifahan sering diwariskan dari penguasa lama ke saudaranya, sepupunya, atau keponakannya.
  • Seorang khalifah lama menyerahkan kedudukannya kepada orang yang dia tunjuk. Berbeda dengan metode penunjukkan, penyerahan berarti khalifah lama masih hidup dan turun takhta sehingga khalifah baru dilantik saat pendahulunya masih hidup dalam keadaan sudah bukan merupakan khalifah lagi. Hal ini pernah dilakukan Hasan bin ‘Ali yang menyerahkan kedudukannya kepada Mu’awiyah dan Muhammad al-Mutawakkil III kepada Selim I.
  • Khalifah baru mendapat kedudukannya setelah menggulingkan khalifah sebelumnya. Hal ini terjadi pada Wangsa Abbasiyah yang menggulingkan Wangsa Umayyah.

Selain lima metode tersebut, ada juga beberapa kasus khusus.

  • Pemilihan ‘Utsman menjadi khalifah merupakan gabungan dari metode penunjukkan dan pengangkatan. Di ranjang kematian, ‘Umar menunjuk enam orang untuk memilih salah satu di antara mereka menjadi khalifah.
  • Wangsa Abbasiyah mulai abad kesembilan secara praktik menggunakan gabungan pewarisan dan pengangkatan. Khalifah harus merupakan keluarga Abbasiyah, tapi para tokoh militer berpengaruh kerap campur tangan secara terbuka. Pada masa-masa Khalifah Abbasiyah kehilangan sebagian besar pengaruhnya, para pemuka militer ini bahkan memiliki kekuatan untuk menurunkan khalifah yang sudah dipandang tidak layak.

Kekhalifahan dimulai sejak Sohabat Abu Bakar Assidiq RA dilantik menjadi khalifah pada 632 dan pembubaran Kekhalifahan pada 3 Maret 1924.Sesuai latar belakang masing-masing khalifah, sehingga kekhalifahan dibagi menjadi beberapa masa.

  • Khulafaur Rasyidin
  • Wangsa Umayyah
  • Wangsa Abbasiyah
  • Wangsa Utsmaniyah

Wallahu A’lam Bishowab

Semoga Bermanfaat.

Oleh : Achmad Miftahusuruur Assalafiyah 2 Saditan Brebes

Literatur :

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_khalifah
  2. Kitab Syamsul Hilal Juz 1
  3. Kitab Durusttarekh Islami Karya Syekh Mukhiddin Al Khoyyat Juz 1 & 2

Bagikan ke:

Share on facebook
Facebook
Share on email
Email
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Kamut Ulama Salaf

Wali Santri Ponpes 1

Untuk menjalin berkomunikasi antara pengurus, dengan wali  santri, silahkan klik tombol dibawah ini.

Wali Santri Ponpes 2

Untuk menjalin berkomunikasi antara pengurus, dengan wali  santri, silahkan klik tombol dibawah ini.

Alumni Ponpes 1

Wadah menjalin berkomunikasi antara Alumni Ponpes 1 silahkan klik tombol dibawah ini.

Alumni Ponpes 2

Wadah menjalin berkomunikasi antara Alumni Ponpes 2 silahkan klik tombol dibawah ini.

Konsultasi

Pondok I

Klik disini untuk chat dengan mengirim Pesan Whatshapp ke Pengurus Pondok Pesantren Assalafiyah I Brebes

Pondok II

Klik disini untuk chat dengan mengirim Pesan Whatshapp ke Pengurus Pondok Pesantren Assalafiyah II Brebes

Email

Klik disini untuk mengirim email kepada admin tentang pertanyaan dan saran untuk Ponpes Assalafiyah Brebes