Tim admin kita siap membantu menjawab pertanyaan anda. Silahkan tanyakan apa saja!

Lailatul Muwadda’ah Komplek Tiga Azma

Luwungragi,assalafiyahbrebes.com

” Sampean teka saking ujung kulon lan ujung wetan, tujuannya sama yaitu tolabul ilmu yakni mencari ilmu.”
Tutur Ustadz Zaini Mubarok salah satu alumni komplek 03 Azma kamar Al-Baequni saat memberikan sekapur sirih acara Muwadda’ah Komplek Tiga Komplek Azma Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes. (01/04/20)
العلم بالتعلم لا بالصوم

” Ilmu bisa dicapai dengan belajar bukan dengan puasa.” Lanjut Kang. Barok sapaan akrabnya.

Hakikat manusia tanpa ilmu itu bodoh.
Ilmu saja tidak cukup, ilmu juga butuh kemanfaatan.
المنفعة بالطاعة

Beliau bercerita dulu Ada santri yang sangat bodoh, ia tidak hafal apa-apa kecuali ia hafal hanya Surat Tabbat saja, sampai dijuluki dengan nama tabbat, tapi sitabbat ini sangat taat sekali kepada kyainya, apa saja yang diperintahkan selalu dilakukan walaupun tidak masuk akal, suatu ketika anak kyai sakit, lalu sang kyai bermimpi agar anaknya bisa sembuh harus meminta petunjuk nabi Khidir, lalu ia meminta pertolongan kepada sitabbat agar mencari Nabi Khidir, iapun bertanya kepada kyainya tentang ciri-cirinya, sikyai menjawab cirinya adalah memakai jubah dan berjalan-jalan dipinggir pantai.

Akhirnya sitabbat langsung bergegas pergi melakukan misi pencarian yang diperintahkan kyainya. Percarian itu bukan sehari dua hari, sebulan dua bulan , bahkan bertahun-tahun ia mencarinya, suatu saat perjalananya ia berjumpa dengan makam (kuburan) yang bisa berbicara.
Makam itu bertanya : Tabbat kamu mau kemana?
Tabbat : saya sedang mencari Nabi Khidir, kamu siapa kisana?
Makam : aku adalah penghuni makam ini, tolong tanyakan kepada Nabi Khidir kenapa saya disiksa selama ini?
Sitabbat mengiyakan dan melanjutkan perjalananya.

Saat melanjutkan perjalanan ia juga bertemu dengan pohon mangga yang bisa berbicara.
Mangga : mau kemana Tabbat?
Tabbat : saya sedang mencari Nabi Khidir.
Mangga : jika bertemu Nabi Khidir tolong tanyakan kepadanya kenapa buahku tidak ada yang mau memetiknya?
Sitabbat pun mengiakannya juga.

Saat melanjutkan perjalanannya lagi ia juga bertemu dengan Sumur yang bisa berbicara.
Sumur : Tabbat kamu mau kemana?
Tabbat : saya sedang mencari Nabi Khidir.
Sumur : jika kamu bertemu dengan Nabi Khidir tolong tanyakan kepadanya kenapa airku tidak Ada yang meminum?
Lagi-lagi sitabbat mengiakan sebuah permintaannya orang lain.

Sampai tepi disungai ia bertemu dengan laki-laki yang mengenakan jubah, ia paham itu adalah Nabi Khidir Karena sesuai dengan ciri-ciri yang diutarakan kyainya, lalu ia bertanya tentang maksud tujuannya kepadanya, kemudian laki-laki itu menjawab hal yang bisa menyembuhkan anak kyainya adalah harus dinikahkan, saat sudahendapatkan jawaban dari Nabi Khidir ia lalu mengutarakan pertanyaan makam , mangga , sumur yang bertanya tadi.

Nabi Khidir menjawab pertanyaan tabbat. Makam itu isinya ulama yang tidak memanfaatkan ilmunya, jika ingin tidak disiksa ia harus seluruh ilmunya diberikan kepadamu.
Mangga Ada pusakanya, jika ia ingin buahnya di makan orang banyak pusakanya harus diberikan kepada mu.
Sumur Ada emasnya, jika ia ingin airnya ingin diambil banyak orang emasnya harus diberikan kepadamu.

Setelah bertemu dengan nabi Khidir tabbat pulang dan menyampaikan kepada sumur, mangga dan makam dengan apa yang disampaikan nabi Khidir, akhirnya makam nurut memberikan ilmunya, mangga memberikan pusakanya dan sumur memberikan emasnya.

Sehingga tabbat menjadi alim dan berpenampilan berbeda, ia melanjutkan perjalananya untuk pulang kepondok, sesampainya dipondok ia menyampaikan apa yang disampaikan nabi Khidir kepada kyainya, dan akhirnya ia dinikahkan kyainya kepada anaknya.

والبركة بالخدمة

” Dan bisa mendapatkan barokah dengan cara khidmah.” Kang. Barok melanjutkan sekapur sirinya.
Beliau menyampaikan bahwa bentuk Hidmah itu bukan hanya roan, tapi juga belajar dengan giat itu pun termasuk bentuk Hidmah. Intinya bisa Gawe seneng kyai. Beliau berpesan agar tidak lari jika bertemu Romo kyai, Karena bagaimana bisa khidmah jika Ada kyai langsung lari.

” Santri itu harus dikenal oleh kyai, minimal wajahnya supaya nanti saat kyai berdoa wajah Kita bisa terbayang dihati Romo kyai sehingga bisa menjadi sababul futuh.”
Pesan kg. Barok kepada seluruh santri.

Semoga bermanfaat…
Amien…

 

Bagikan ke:

Share on facebook
Facebook
Share on email
Email
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Kamut Ulama Salaf

Wali Santri Ponpes 1

Untuk menjalin berkomunikasi antara pengurus, dengan wali  santri, silahkan klik tombol dibawah ini.

Wali Santri Ponpes 2

Untuk menjalin berkomunikasi antara pengurus, dengan wali  santri, silahkan klik tombol dibawah ini.

Alumni Ponpes 1

Wadah menjalin berkomunikasi antara Alumni Ponpes 1 silahkan klik tombol dibawah ini.

Alumni Ponpes 2

Wadah menjalin berkomunikasi antara Alumni Ponpes 2 silahkan klik tombol dibawah ini.

Konsultasi

Pondok I

Klik disini untuk chat dengan mengirim Pesan Whatshapp ke Pengurus Pondok Pesantren Assalafiyah I Brebes

Pondok II

Klik disini untuk chat dengan mengirim Pesan Whatshapp ke Pengurus Pondok Pesantren Assalafiyah II Brebes

Email

Klik disini untuk mengirim email kepada admin tentang pertanyaan dan saran untuk Ponpes Assalafiyah Brebes