Tim admin kita siap membantu menjawab pertanyaan anda. Silahkan tanyakan apa saja!

MENCINTAI FAKIR MISKIN

MENCINTAI FAKIR MISKIN
Oleh : H. Lukman Nur Hakim

Rabu, 10 Maret 2021. Seperti biasa punulis mengikuti kajian yang di sampaikan oleh K.H. Subhan Ma’mun dalam Kitab Ihya Ulumuddin, Karya Imam Al -Ghazali di Masjid Agung Brebes.

Ngaji kitab Ihya kali ini, yang dibahas menjadi kajiannya adalah halaman 193 sampai 194, jus 4 Kitab Ihya Ulumuddin. Adapun pelaksanaan ngaji dimuali pukul 16.00 dan berakhir 17.30 WIB. Sedangkan peserta ngaji dari masyarakat Brebes dan sekitarnya.

Dalam ngaji tersebut. Ada salah satu nasehat yang penulis tangkap, dari beberapa nasehat yang K.H. Subhan Ma’mun sampaikan. Dan nasehat tersebut, langsung penulis jadikan judul dalam penulisan kali ini, yaitu “Mencintai Fakir Miskin.” Nasehat ini dimaksud agar para peserta ngaji Ihya, disetiap hari rabu mampu mempraktekan dalam kehidupan kesehariannya, untuk tidak membenci orang miskin. Yang jelas, menurut K.H. Subhan Ma’mun ketika kita mencintai fakir miskin, maka kita akan mendapatkan beberapa keuntungan. Diantarantanya adalah :

Saat didunia, bagi orang yang suka memberi sesuatu pada fakir miskin. Baik berupa makanan, pakaian dan lain-lain. Maka ketika di akherat. Fakir miskin tersebut diberi keistimewaan oleh Allah Swt. untuk menganggkat orang-yang yang dahulu, saat di dunia suka memberi, ditarik dan digandeng melalui tangannya untuk masuk surga.

Perlu difahami, tugas ataupun jihad orang kaya ketika di dunia salah satunya adalah memperjuangkan kehidupan orang miskin. Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

السَّاعِى عَلَى اْلأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِيْنِ كَالْمُجَاهِدِ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ –وَأَحْسِبُهُ قَالَ-: وَكَالْقَائِمِ لاَ يَفْتُرُ وَكَالصَّائِمِ لاَ يُفْطِرُ.

“Orang yang membiayai kehidupan para janda dan orang-orang miskin bagaikan orang yang berjihad fii sabiilillaah.” –Saya (perawi) kira beliau bersabda-, “Dan bagaikan orang yang shalat tanpa merasa bosan serta bagaikan orang yang berpuasa terus-menerus” (HR. Muslim no. 2982).

Sebagai informasi tambahan. Bahwa hisab antara orang miskin dengan orang kaya, tentu lebih cepat orang miskin. Sehingga masuk surganya akan lebih dahulu dibandingkan orang kaya. Adapun jarak waktu perhitungan hisabnya diprediksi sekitar, selisih 5000 tahun dalam perhitungan hari akhirat. Hal ini berdasarkan hadist Rasulullah “Sesungguhnya orang-orang fakir kaum muhajirin masuk surga sebelum orang kaya, mereka masuk kira-kira selisih waktu 500 Tahun.”

Tangan yang diatas ketika didunia, lebih baik dari pada tangan dibawah. Namun ketika diakherat, tangan dibawah akan mencari tangan diatas. Sebagai balasan atas pemberiannya. berbahagialah tangan-tangan diatas ketika ada di dunia. Karenanaya, ia menjadi saksi atas prilakunya, untuk mendaptkan pertolongan dari mereka yang saat di dunia ditolongannya. Jadi tidak sia-sia atau hilang begitu saja ketika kita memberi sesuatu pada fakir miskin. Namun balasan yang luar biasa yang akan kita dapatkan di akherat nanti.

Mereka para orang miskin yang mendapatkan keistimewaan adalah, orang miskin yang taat dan beriman kepada Allah, senantiasa sabar, ikhlas dan mematuhi segala perintah dan menjauhi larangannya. inilah orang miskin yang layak dicintai.

Miskin disini, bukanlah orang miskin yang malas bekerja, menjadikan meminta-minta di jalan sebagai profesi harian. sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الْمِسْكِينُ الَّذِى تَرُدُّهُ الأُكْلَةُ وَالأُكْلَتَانِ ، وَلَكِنِ الْمِسْكِينُ الَّذِى لَيْسَ لَهُ غِنًى وَيَسْتَحْيِى أَوْ لاَ يَسْأَلُ النَّاسَ إِلْحَافًا

“Namanya miskin bukanlah orang yang tidak menolak satu atau dua suap makanan. Akan tetapi miskin adalah orang yang tidak punya kecukupan, lantas ia pun malu atau tidak meminta dengan cara mendesak” (HR. Bukhari no. 1476).

Keistimewaan yang lain ketika mencintai kaum fakir miskin adalah menjadi kebaikan atau kemuliaan bagi diri sendiri. Memudahkan hisab di akherat nanti, karena ketika didunia suka memudahkan urusan orang lain. sebagaimana hadist yang diriwayatkan Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ…

“Barangsiapa menghilangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan kesulitan orang yang dililit hutang, Allah akan memudahkan atasnya di dunia dan akhirat ” (HR. Muslim no. 2699).

Mencintai orang miskin dan dekat dengan sendirinya, ia menjadi manusia yang dekat dengan Allah pada hari kiamat. Sebagaimana nasehat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik.

قَالَ « اللَّهُمَّ أَحْيِنِى مِسْكِينًا وَأَمِتْنِى مِسْكِينًا وَاحْشُرْنِى فِى زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ». فَقَالَتْ عَائِشَةُ لِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « إِنَّهُمْ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ قَبْلَ أَغْنِيَائِهِمْ بِأَرْبَعِينَ خَرِيفًا يَا عَائِشَةُ لاَ تَرُدِّى الْمِسْكِينَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ يَا عَائِشَةُ أَحِبِّى الْمَسَاكِينَ وَقَرِّبِيهِمْ فَإِنَّ اللَّهَ يُقَرِّبُكِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ »

“Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, matikanlah aku dalam keadaan miskin dan kumpulkanlah aku bersama dengan orang-orang miskin pada hari kiamat”. ‘Aisyah berkata, “Mengapa –wahai Rasulullah- engkau meminta demikian?” “Orang-orang miskin itu masuk ke dalam surga 40 tahun sebelum orang-orang kaya. Wahai ‘Aisyah, janganlah engkau menolak orang miskin walau dengan sebelah kurma. Wahai ‘Aisyah, cintailah orang miskin dan dekatlah dengan mereka karena Allah akan dekat dengan-Mu pada hari kiamat”, jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam (HR. Tirmidzi)

Ketika kita mencintai orang miskin, berarti kita menjalankan nasehat Rasulullah Saw. yang  pernah berwasiat pada Abu Dzar Al Ghifari, di mana Abu Dzar berkata,

أَوْصَانِيْ خَلِيْلِي بِسَبْعٍ : بِحُبِّ الْمَسَاكِيْنِ وَأَنْ أَدْنُوَ مِنْهُمْ، وَأَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلُ مِنِّي وَلاَ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوقِيْ، وَأَنْ أَصِلَ رَحِمِيْ وَإِنْ جَفَانِيْ، وَأَنْ أُكْثِرَ مِنْ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، وَأَنْ أَتَكَلَّمَ بِمُرِّ الْحَقِّ، وَلاَ تَأْخُذْنِيْ فِي اللهِ لَوْمَةُ لاَئِمٍ، وَأَنْ لاَ أَسْأَلَ النَّاسَ شَيْئًا.

“Kekasihku (Rasulullah) shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan tujuh hal: (1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, (2) beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku, (3) beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahmiku meskipun mereka berlaku kasar kepadaku, (4) aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan laa hawla wa laa quwwata illa billah (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah), (5) aku diperintah untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit, (6) beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah, dan (7) beliau menasehatiku agar tidak meminta-minta sesuatu pun kepada manusia” (HR. Ahmad 5: 159. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Bagi yang suka mencintai orang miskin dan menolongnya, tentu akan mudah memperoleh rizki dan pertolongan Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

هَلْ تُنْصَرُوْنَ وَتُرْزَقُوْنَ إِلاَّ بِضُعَفَائِكُمْ

“Kalian hanyalah mendapat pertolongan dan rezeki dengan sebab adanya orang-orang lemah dari kalangan kalian” (HR. Bukhari no. 2896).

Diakhir catatan penulis dalam Ngaji Ihya bersama K.H. Subhan Ma’mun, atas nasehat untuk mencintai fakir miskin. Dengan sendirinya mengajarkan atau melatih kepada para jamaahnya untuk memiliki sifat rendah diri (tawadhu’) dan merasa cukup (qona’ah). Karena Allah
masih memberinya kelebihan materi dari yang lainnya.

Wallahu’alam bishowab.

Bagikan ke:

Share on facebook
Facebook
Share on email
Email
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Kamut Ulama Salaf

Wali Santri Ponpes 1

Untuk menjalin berkomunikasi antara pengurus, dengan wali  santri, silahkan klik tombol dibawah ini.

Wali Santri Ponpes 2

Untuk menjalin berkomunikasi antara pengurus, dengan wali  santri, silahkan klik tombol dibawah ini.

Alumni Ponpes 1

Wadah menjalin berkomunikasi antara Alumni Ponpes 1 silahkan klik tombol dibawah ini.

Alumni Ponpes 2

Wadah menjalin berkomunikasi antara Alumni Ponpes 2 silahkan klik tombol dibawah ini.

Konsultasi

Pondok I

Klik disini untuk chat dengan mengirim Pesan Whatshapp ke Pengurus Pondok Pesantren Assalafiyah I Brebes

Pondok II

Klik disini untuk chat dengan mengirim Pesan Whatshapp ke Pengurus Pondok Pesantren Assalafiyah II Brebes

Email

Klik disini untuk mengirim email kepada admin tentang pertanyaan dan saran untuk Ponpes Assalafiyah Brebes