Tim admin kita siap membantu menjawab pertanyaan anda. Silahkan tanyakan apa saja!

Pentingnya Ta’lim dan Tarbiyah

Pentingnya Ta’lim dan Tarbiyah
Oleh : Badri Tamamy

Luwungragi,assalafiyahbrebes.com

Mendidik dan mengajar anak adalah kewajiban bagi orang tua, karena anak adalah amanah dari sang maha kuasa yang telah dititipkan kepada kita dan harus di jaga sebaik-baiknya, agar amanah itu nanti bisa menjadi sesuai dengan apa yang diharapkan oleh dzat yang memberi amanah tersebut.

Seorang anak digambarkan sebuah kertas yang masih putih dan bersih, diatasnya bisa di tuliskan apa saja, bisa di warnai apa saja terserah pemiliknya, untuk hal ini orang tualah yang paling berperan penuh untuk membentuk karekter anak terutama seorang ibu, makanya dalam sebuah kitab akhlak disana dituliskan :

الأم مدرسة الأولى

” Ibu adalah sekolah pertama “
Seorang anak akan meniru tingkah laku orang tuanya yang setiap hari dilihat, secara tidak langsung anak itu mengamati setiap tingkah laku orang tuanya dan seterusnya di ikutinya karena menganggap bahwa itu adalah sebuah kebenaran, walapun sebenarnya tidak seluruhnya, untuk itu orang tua harus bisa menjaga sikap ketika dihadapan anaknya, supaya sianak bisa juga menjaga sikapnya dihadapan kedua orang tuanya, semuanya itu demi mendidik anak agar bisa menjadi lebih baik sehingga bisa menghormati kepada orang lain khususnya orang tuannya sendiri.

Acapkali orang tua kualahan dalam masalah mendidik anaknya sendiri, alasanya banyak salah satunya adalah kesibukan atas pekerjaannya, sehingga orang tua lebih memilih menitipkan anaknya dipondok pesantren, karena dipondok pesantren di dalamnya bukan hanya diajarkan ilmu-ilmu agama yang bersumber dari kitab kuning, akan tetapi juga penerapannya, dan itulah namanya pendidikan, bukan hanya diajarkan tapi juga dipraktekan langsung oleh ahlinya yaitu sang kyai, itulah yang menjadikan pondok pesantren lebih mengena dan efektif untuk mencetak generasi yang berilmu dan berakhlaq dari pada lembaga pendidikan yang lainya, karena didalamnya bukan hanya pengajaran tapi juga pendidikan.

Dari jaman dulu kyai pesantren memang seperti itu cara nyentrik memantik santrinya, banyak cerita unik mengenai cara mengajar dan mendidik kyai kepada santrinya, salah satunya adalah cerita yang di sampaikan oleh KH. Musthofa Bisri (Gus Mus).
Saat menyambut di Pon-Pes Lirboyo pada acara Haflah Akhirussah kemarin hari Rabu 18 Sya’ban 1440 H/ 23 April 2018 di Aula Al-Mutamar Pon-Pes Lirboyo Kediri.
Di kisahkan bahwa gus mus saat masih mesantren di Lirboyo pernah mengalami kejadian lucu tapi penuh makna, suatu saat gus mus bersepakat bersama teman-temannya untuk mencuri pohon tebu milik kyai. Marzuqi, karena mereka mendengar besok pohon tebu kyai marzuki akan di panen, akhirnya mereka dengan sigap mengatur strategi untuk bisa mendapatkan pohon tebu itu, saat melintas di depan rumah kyai. Marzuqi gus mus di panggil oleh beliau,sambil bercucuran keringat gus mus mendekat.

” Iki tebunya mau di colong ko manggil-manggil ” batin gus mus.

Kyai. Marzuqi : ” Gus gus meriki gus ”
sambil gemetaran ia menjawab ” inggih yai ”
Kyai. Marzuqi : “sampean doyan tebu ? ”

Mendengar pertanyaan itu gus mus gemetar tak bisa bicara sepatah kata pun hanya bisa mengangguk-ngangguk, mengingat teman-temannya yang tinggal menunggu komando darinya.

Kyai. Marzuqi akhirnya masuk kedalam rumah dan keluar membawa satu ikat tebu yang dibawa langsung oleh beliau dan diberikan kepada gus mus sambil mengatakan :
” iki gus tebunya, aku pilihkan yang bagus-bagus sebelum ditebang ”
Setelah kejadian itu gus mus sadar bahwa ia kurang adab sekali kepada gurunya.
” Ya wong tebunya kyainya ko mau di colong ” pungkas gusmus.
Salah satu keistimewaan Kyai. Marzuqi adalah selalu Boso ( menggunakan bahasa jawa halus ) kerapkali berbicara dengan santrinya. Imbuh gus mus.
Begitulah cara Kyai Pesantren mengajarkan ilmunya, bukan hanya pintar dan piawai menyampaikan ilmunya tapi juga menerapkanya dalam kehidupan sehari-hari.

Maka dari itu antara Ta’lim ( mengajar ) dan Tarbiyah ( mendidik ) adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dan keduanya harus selaras agar anak kita bisa menjadi manusia yang berakhlaq luhur, bukan hanya berilmu dan juga berakhlaq.

Wallahu a’lam bissowab

Keterangan : artikel ini pernah diterbitkan pada hari Senin,04 april 2019 di portal/alamat website ini

Bagikan ke:

Share on facebook
Facebook
Share on email
Email
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Kamut Ulama Salaf

Wali Santri Ponpes 1

Untuk menjalin berkomunikasi antara pengurus, dengan wali  santri, silahkan klik tombol dibawah ini.

Wali Santri Ponpes 2

Untuk menjalin berkomunikasi antara pengurus, dengan wali  santri, silahkan klik tombol dibawah ini.

Alumni Ponpes 1

Wadah menjalin berkomunikasi antara Alumni Ponpes 1 silahkan klik tombol dibawah ini.

Alumni Ponpes 2

Wadah menjalin berkomunikasi antara Alumni Ponpes 2 silahkan klik tombol dibawah ini.

Konsultasi

Pondok I

Klik disini untuk chat dengan mengirim Pesan Whatshapp ke Pengurus Pondok Pesantren Assalafiyah I Brebes

Pondok II

Klik disini untuk chat dengan mengirim Pesan Whatshapp ke Pengurus Pondok Pesantren Assalafiyah II Brebes

Email

Klik disini untuk mengirim email kepada admin tentang pertanyaan dan saran untuk Ponpes Assalafiyah Brebes