Tim admin kita siap membantu menjawab pertanyaan anda. Silahkan tanyakan apa saja!

Tasyakur Lailatul Muwadda’ah MAD Assalafiyah

Luwungragi, assalafiyahbrebes.com

Malam penuh bahagia bagi para mutakhorij MAD (Madrasah Aliyah Diniyah) Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes lulusan tahun 2020, suka cita terlihat di wajah mereka, suara hingar bingar memenuhi Aula Dalailul Khoirot Pondok Pesantren Assalafiyah, karena inilah acara yang paling ditunggu-tunggu, walaupun wabah sedang menyerang segala penjuru, tapi di Assalafiyah masih bisa bersatu, tuk sebuah cita-cita yang dituju, yakni sebuah keridhon seorang guru. (31/03/20)

Suara yang Tak asing ditelihat begitu mnyelisik ketelinga, suara khas ini adalah suara KH. Masduqi yang memimpin pembacaan manaqib Sekh Abdul Qodir Jaelani, mengawali acara Tasyakur Lailatul Muwadda’ah MAD Assalafiyah, beliau adalah salah satu Masyayikh yang sudah lama mengajar di MAD Assalafiyah, acara dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua panitia Kang. Saepudin, dilanjut dengan sambutan KH. Khoiron Akhsan selaku Kepala MAD Assalafiyah.

وإن من أشراط الساعة أن يرفع العلم ويظهر الجهل

” Sesungguhnya sebagian tanda dari hari kiamat adalah diangkatnya ilmu dan tampaknya kebodohan. tandas beliau KH. Khoiron Akhsan dalam sambutannya. Cara agar ilmu tidak diangkat adalah dengan mengaji yang semangat.” lanjut beliau.

Beliau berpesan kepada Siswa mutakhorijin 3 kata :

خير الدنيا والأخيرة فى ثلاثة :

١. اتبع ولا تبتدع

Mengikuti ulama dengan segala yang membuat selamat dan jangan membuat model baru (keluar dari kebiasaan ulama salaf), beliau mencontohkan seperti itqu roqobah (memerdekakan budak), walaupun sekarang sudah tidak berlaku lagi tapi hal itu tidak Ada yang berani merubah.

من ارد السلامة فاتبع سلامة غيره

” Barangsiapa yang menghendaki sebuah keselamatan maka ikutilah keselamatan keselamatan orang lain.”

٢. واتضع ولاترتفع

Harus rendah hati dan jangan Sombong, jangan mencari pangkat tapi jika diberi jangan Menolak, beliau mengutip ayat :

 تِلْكَ الدَّارُ الْأَاخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِى الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا  ۚ وَالْعٰقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Qasas 28: Ayat 83)

٣. واعتقد ولا تعتقد

Yakinlah pada gurumu dan janganlah mengkritik kepadanya, dan yakinilah semua orang Islam memberikan berkah walaupun seorang yang bermaksiat, artinya Kita tidak boleh suudzon kepada sesama muslim, beliau menceritakan kanjeng nabi yang menolak pemisahan tempat cuci tangan, Nabi lebih memilih untuk mencuci tangan dengan wadah yang sama bersama Muslim yang lain agar bisa mendapatkan keberkahan.

sebelum mengakhiri sambutannya beliau berpesan kepada seluruh santri untuk selalu hadiah fatihah ke pengarang saat ingin mengajar /membaca Kitab agar bisa ada sambungan dengan mualif dan bisa mencapai derajat hadrotul ilahiyyah sehingga saat ada kesusahan membaca kitab bisa diberi kemudahan.

Setelah sambutan kepala madrasah kg. Ni’am Salah satu lulusan MAD Assalafiyah 2020 mempersembahkan sebuah puisi yang diperuntukan kepada seluruh masyayikh yang telah sudi mengajarkan ilmunya dengan penuh keikhlasan, dilanjut dengan pembacaan peringkat kelas yang disampaikan oleh KH. Muammar Kholil. LC, berikut adalah para juara kelas 3 Aliyah tahun 2020 :

Juara pertama : Saudari Amaliyah
Juara kedua. : Saudari Fitri Utia
Juara ketiga. : Saudara Agus Setiawan

Dilanjutkan dengan Mau’idzotul Hasanah oleh KH. Subhan Ma’mun selaku pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah, beliau menyampaikan ;

الدنيا ملعونة وملعون ما فيها الا عالما ومتعلما

” Dunia itu dilaknati dan apa yang didalamnya, kecuali orang yang ‘alim dan orang belajar.”

Beliau menjelaskan lafadz Ta’allum itu diambil dari madhi Ta’allama mengikuti wazan Tafa’ala yang berfaidah Takalluf artinya harus ada usaha, maka dari itu belajar juga harus ada usaha dan harus dipaksa, beliau mengutip sebuah syair karangan imam syafi’i :

واعلم بأن العلم بتعلم # والحفظ والأتقان والتفهم

” Ketahuilah ilmu bisa dicapai dengan belajar, menghafalkan, yakin, dan memaham.”

Saat mengomentari apa yang disampaikan KH. Khoiron Akhsan mengenai tentang hal terbaik didunia beliau mengutip sebuah keterangan,

وكل خير من اتبع من سلف وكل شر من اتبع من خلف
” Seluruh kebaikan bagi orang yang mengikuti ulama terdahulu dan seluruh keburukan bagi orang yang mengikuti orang-orang sekarang.”

Santri saat orang buta agama pasti akan berguna, Ilmu agama akan diterima oleh orang yg dicintai Allah, sedangkan ilmu selain agama tidak sebaliknya, lanjut beliau Syaikhina.

Tahun ini KH. Subhan Ma’mun begitu terlihat bahagia Karena melihat santrinya yang bernama Kg. Deni Rizaldi asal desa Keboledan sudah mampu menghatamkan nadzom Uqudul Juman yang berjumlah 1005 bait, sampai beliau memberikan hadiah berupa Kitab Syarah Uqudul Juman beserta sejumlah uang, beliau juga sempat mengetes anak itu dan merasa salut dengannya.

“Med ne kowe apal Uqudul Juman Tak hajikna.” Beliau bercerita saat Mbah Ma’mun berkata demikian, atas dasar itulah kesemangatan menghafalkan Uqudul Juman tumbuh. Beliau sangat memberikan apresiasi kepada anak tersebut karena ia sudah bisa menghafalkan tanpa ada sebuah iming-iming apapun.

Sebelum mengakhiri Muaidzotul Hasanah beliau Syaikhina berpesan jika ingin mempunyai anak yang sholeh sholehah maka hendaknya mengerjakan empat hal :

1. Al akhdu bittabaruk

Mengambil barokah dengan para kyai dan orang sholeh agar mendapatkan barokahnya, beliau bercerita dulu juga mbah Ma’mun sering mengajak sowan ke kyai-kyai cirebon.

2. Walqiro’ah

Membaca didepan guru, seperti halnya sorogan agar seorang guru bisa mengerti benar dan salahnya seorang murid.

3. Walihallil lafdzi

Menganalisa/meneliti lafadz yang ada dalam Al-Qur’an dan hadist.

4. Walihallil maani

Menganalisa/meneliti makna-makna yang terkandung dalam Al-Qur’an dan hadist.

Acara diakhiri dengan do’a yang dipimpin oleh Kyai. Hasanudin dari kelampok Salah satu masyayikh MAD Assalafiyah.

Semoga bermanfaat…
Amien…

Bagikan ke:

Share on facebook
Facebook
Share on email
Email
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Kamut Ulama Salaf

Wali Santri Ponpes 1

Untuk menjalin berkomunikasi antara pengurus, dengan wali  santri, silahkan klik tombol dibawah ini.

Wali Santri Ponpes 2

Untuk menjalin berkomunikasi antara pengurus, dengan wali  santri, silahkan klik tombol dibawah ini.

Alumni Ponpes 1

Wadah menjalin berkomunikasi antara Alumni Ponpes 1 silahkan klik tombol dibawah ini.

Alumni Ponpes 2

Wadah menjalin berkomunikasi antara Alumni Ponpes 2 silahkan klik tombol dibawah ini.

Konsultasi

Pondok I

Klik disini untuk chat dengan mengirim Pesan Whatshapp ke Pengurus Pondok Pesantren Assalafiyah I Brebes

Pondok II

Klik disini untuk chat dengan mengirim Pesan Whatshapp ke Pengurus Pondok Pesantren Assalafiyah II Brebes

Email

Klik disini untuk mengirim email kepada admin tentang pertanyaan dan saran untuk Ponpes Assalafiyah Brebes